Senin, 08 April 2013

pameran otomotif


Pameran Otomotif


Arita - CH


Duluuuu sekali, saya paling suka buka majalah otomotif untuk melihat desain mobil terbaru. Sekalipun bukan pengamat mobil yang setia dan bukan ahli dalam bidang otomotif, menurut saya, ciri khas suatu mobil terlihat dari bentuk dan desainnya. Saya paling suka model mobil alla Batman dari Mercedez Benzjadul, Jaguar yang berkesan sangat maskulin dan terutama Volkswagen Beetle yang imut-imut (jadi ingat masa kecil, tugas rutin dorong VW putih sekeluarga, ha ha ha...). Saat itu, rasanya dari jauh dengan lirikan sekilas, kita dapat dengan mudah mengenali jenis dan merk mobil tertentu.

Namun, sejak memasuki abad ke 21, saya jadi malas mengikuti perkembangan desain mobil. Semuanya dapat dikatakan mirip, hampir sama, looks alike. Dari jauh saya tidak mampu membedakan, apakah mobil tersebut Toyota, atau BMW atau Mercedes atau Hyundai? Krisis ekonomi global serta selera yang ikutan mengglobal, menyamarkan ciri khas jenis mobil. Masing-masing pabrik mobil bersaing membuat model terbaru yang kurang lebih mirip satu dengan lainnya. Bentuk dan desain yang hampir identik, membuat saya merasa hidup di dunia yangmonochrome.

Sudah sejak dari masa sekolah, PM (suamikungarit di Pameran Otomotif Jenewa. Sejak kenal PM hingga sekarang, saya tidak pernah merasakan getaran penasaran tentang situasi dan kondisi dalam pameran otomotif akbar tersebut. Tapi pada tahun 2010 ini, PM berhasil membujukku untuk menikmati sesuatu yang menyegarkan mata. Sekalipun saya sama sekali BUKAN seorang pembeli mobil yang rajin dan setia, tapi desain dan konsep suatu mobil merupakan hal yang bisa membuat mata saya berbinar ria menikmati keindahan dunia polychrome.

Dear KoKiers, maafkan saya karena tidak bisa mengupas satu persatu jenis mobil yang ada di Palexpo Geneva. Selain bukan seorang ahli, saya juga sudah keblenger melihat berbagai macam jenis mobil seharian. Bagaimana kalau kita nikmati saja bersama-sama keindahan polycrome dunia pemobilan, setuju?
 
Alfa Romeo Bertone Pandion Concept, Italy.

 
 
Alfa Romeo Bertone Pandion Concept, Italy.

 
 
Alfa Romeo Bertone Pandion Concept, Italy.

 
 
Alfa 24HP 1910, Italy.

 
 
Aston Martin Cygnet, UK.

 
 
Aston Martin Rapide, UK.

 
 
Aston Martin Tailored, UK.

 
 
Audi R8 5.2 quattro, Germany.

 
 
Bentley GTC série 51, UK.

 
 
Mercedes SLS AMG, Germany.

 
 
Mercedes SLS AMG, Germany.

 
 
Mercedes SLS AMG, Germany.

 
 
 
Bugatti Veyron Grand Sport Grey Carbon, France.

Bugatti Veyron Grand Sport Grey Carbon, France.

 
Bugatti Veyron Royal Dark Blue, France.

 
 
Corvette, US.

 
 
Mercedes by FAB Design, Switzerland.

 
 
Mercedes by FAB Design, Switzerland.

 
 
Gumpert Apollo, Germany.


 
 
 
Gumpert Apollo, Germany.

 
 
Hispano-Suiza Granturismo, Spain.

 
 
Hispano-Suiza, Spain.

 
 
Koenigsegg CCXR, Sweden. At $.2 Million!


 
 
Lamborghini Superleggera, Italy.

 
 
LEXUS LFA, Japan. A new breed of LEXUS.

 
 
Pagani Zonda Cinque Roadster, Italy.


 
 
Pagani Zonda Tricolore, Italy.


 
 
Rolls-Royce Ghost by Mansory, UK.
 
 
 
Vredestein, Dutch.


 
 
Zagato Perana Z-One, Ital

Lamborghini Cnossus Hasil Karya Mahasiswa Italia


Lamborghini Cnossus Hasil Karya Mahasiswa Italia

Lamborghini dijadikan tesis oleh para mahasiswa dari Milan yang bernama Victor Filipchenko dan Nelson Simoes. Dan beginilah jadinya  ditangan mereka, sebuah Lamborghini Cnossus dengan intisari atau basic dari model Lamborghini Countach (1974-1990). Victor & Nelson sulap menjadi mobil super yang sangar dan tampil dengan gaya futuristik. Desain mereka tampil dengan sangat orisinil dan penuh dengan sentuhan yang modern seperti garis tipis horizontal pada lampu belakang, membuat mobil super lawas ini punya gaya yang baru.

Victor & Nelson adalah mahasiswa dari Scuola Politecnica di Design, Milan, Italia. Mereka membuat proyek ini sebagai bagian dari tugas tesisnya untuk meraih gelar Master dibidan desain otomotif. Para mahasiswa itu ditugaskan hanya untuk merancang ulang mobil balap yang sudah ada. Dan akhirnya mengambil Lamborghini Countach dipilih sebagai bahan mereka. 

Mengenal Desain Produk Otomotif


foto:seriouswheels.com
Munculnya produk-produk otomotif seperti mobil, motor, kendaraan niaga, alat angkut berat dan sebagainya tidak lepas dari peranan Desainer Produk yang menyumbangkan gagasan ide untuk melahirkan bentuk yang menarik maupun fungsional.

Kebetulan saya berlatar belakang Desainer Produk, ga ada salahnya saya coba sharing tentang apa sih kiprah Desainer Produk Otomotif.
Saya coba lampirkan tulisan yang pernah dimuat di koran Pikiran Rakyat – Bandung 2003 lalu.
Mungkin ada yang minat meneruskan studi menjadi Desainer Produk?
Sumber: Pikiran Rakyat/Otokir, Edisi 2003, disalin oleh Yosa Fiandra (desainer produk – STISI).
foto:cardesignnews.com
Desainer Produk Otomotif, dimasa Depan Profesi Ini akan Sangat Menantang.
Di negara maju yang menjunjung tinggi hak intelektual, profesi dan lingkup kerja desainer – apa pun embel-embelnya – sangat dihormati. Jantung para desainer fashion maupun industri, termasuk produk otomotif, seakan berpacu menghasilkan bentuk-bentuk inovatif. Desain-desain jempolan pun muncul setiap saat.
foto:cardesignnews.com
Ruang riset dan desain (R&D) tak ubahnya gudang “nyawa cadangan” perusahaan. “Memang di situlah karakter proruk dibentuk,” ucap Mizan Allan De Neve, GM Product Development Pantja Motor, penjual merek Isuzu, yang giat membina desainer muda. “Potensi dan peluang desainer kita sebenarnya cukup bagus, bahkan sanggup bersaing di mancanegara,” ujarnya lagi.
foto:cardesignnews.com
Lantas, bagaimana dan apa saja syarat menjadi desainer produk otomotif itu? Mizan menyebut kemahiran menuangkan ide ke dalam gambar dua dimensi sebagai syarat utama. Ketelitian pun dibutuhkan, karena perancang harus mengetahui persis detail rancangannya.
Sehingga ketika hendak diwujudkan menjadi bentuk tiga dimensi (model maupun prototipe), tak ada kesulitan. Bakat alam tadi, jika digabungkan dengan pengetahuan dasar otomotif (minimal tahu letak dan cara kerja parts kendaraan), bakal membentuk talenta istimewa.
foto:seriouswheels.com
“Dia bisa menguasai bidangnya tiga hingga empat kali lebih cepat ketimbang yang harus mempelajari dulu seluk-beluk komponen kendaraan,” tegas Mizan. Di Indonesia, tercatat 11 universitas atau akademi memiliki jurusan desain industri, termasuk otomotif. Empat di antaranya di Jakarta, yakni Universitas Paramadina, Universitas Trisakti, Universitas Indonesia Esa Unggul, dan Universitas Pelita Harapan.
foto:seriouswheels.com
Bagaimana jika ingin menimba ilmu di luar negeri? David Cole, direktur jurusan Desain Industri, Academy of College (AAC), San Fransisco, punya syarat lebih fleksibel. Modal paling penting untuk belajar desain adalah kreativitas dan hasrat kuat menjadi desainer. “Tak perlu kecakapan khusus,” ujarnya di situs AAC.
Di ASdan Eropa, sekolah yang mengajarkan desain otomotif jumlahnya berjibun. Maklum, pabrik modil dan rumah desain tak terbilang banyaknya. Tak heran lulusan sekolah tadi kerap menjadi incaran pabrik besar sekelas Ford Motor Company, General Motors, Audi, VW, maupun rumah desain terkemuka, semisal Gingko Design, Fitch, Frogdesign, Pentagram, maupun Astrodesign.
foto:seriouswheels.com
David Cole meringkas kurikulum AAC menjadi empat areal pengajaran: menggambar, membuat model, komputerisasi, serta teknik mendesain. Siswa diajarkan teknik menggambar dan membuat model dengan cara tradisional dan bantuan komputer.
“alat bantu desain di tiap pabrik kerap berbeda. Dengan mengajarkan berbagai alternatif cara mendesain, siswa siap menghadapi berbagai perbedaan,” sambung David.
foto:seriouswheels.com
Di kawasan Asia pasifik, sekolah seni dan desain Hongik University cukup populer, karena mendapat dukungan pabrikan mobil Korea Selatan. Tiap ajaran baru, sekolah-sekolah ini memamerkan hasil karya siswanya. Nah, jika ada desain yang membuat sumringah pabrik mobil besar, desainernya bisa langsung mendapat tawaran kerja.
foto:cardesignnews.com
Calon desainer kendaraan juga harus rajin mengamati perkembangan otomotif. David mengingatkan, mobil generasi mendatang bakal lebih smart, karena menggunakan bahan bakar hibrida atau hidrogen. Pemanfaatan ruangan juga lebih efisien, tapi di sisi lain makin banyak alat komunikasi dan entertainment berbasis komputer ditanam.
“Saya berani katakan, di masa depan, profesi ini akan sangat menantang,” promosi jebolan sekolah politeknik Coventry, Inggris ini.
foto:seriouswheels.com
foto:seriouswheels.com
JUst share aja info desain otomotif

Minggu, 07 April 2013

stencil terbaru ane

stencil art: soekarno
stencil art: chairil anwar
stencil art: the beatles

dan ini orderan ane kebanyakkan sih cewe hehe, langsung aja liat penampakkannya gan:

ane just share aja, thanks ya yang udah berkunjung ke blog ane